Jenis Tari Tradisional Bali

4 Jenis Tari Tradisional yang Wajib Disaksikan Saat Melakukan Bali Travel

Tari Tradisional di Bali Travel

4 Jenis Tari Tradisional di Bali Travel

Perpaduan antara budaya asli Bali dengan keindahan alamnya membuatnya tersohor di kalangan wisata dunia. Bahkan bagi Indonesia, Pulau Bali menjadi ikon pariwisata yang mengagumkan sekaligus memberikan kebanggaan. Ada banyak tempat wisata menarik yang sekaligus memperkenalkan kebudayaan asli Bali. Selain identik dengan wisata pantai Bali travel juga masih menyimpan pesona lainnya, salah satunya atraksi tarian khas daerah Bali yang terkenal indah bahkan beberapa dipatenkan oleh UNESCO. 

Tarian Bali yang Dipatenkan oleh UNESCO

Berkunjung ke Bali sebaiknya menyempatkan waktu menikmati tarian khas yang ternyata jenisnya beragam. Berikut beberapa jenis tarian Bali yang ternyata sudah dipatenkan oleh UNESCO:
1. Tari Rejang Dewa, 
Tari Rejang Dewa biasanya diadakan di sanggar atau Pura Merajan, uniknya tarian ini memiliki gerakan yang fleksibel. Artinya para penari tidak memiliki aturan atau urutan gerakan yang sudah tertata seperti pada tarian daerah lainnya. tarian ini akan dilakukan ketika upacara Pangider Buana sehingga jika ingin menyaksikan keindahan tarian ini perlu mencari tahu jadwal atau tanggal upacara tertentu di Bali.

2. Tari Baris Upacara,

Dilihat dari namanya tentu sudah bisa membayangkan gerakan tarinya seperti apa, di awal koreografinya memang para penari akan berbaris seperti tengah melakukan upacara. Berkunjung dengan memanfaatkan layanan travel Bali akan membantu menyaksikan sendiri keindahan dan keunikan gerakan pada Tari Baris Upacara yang dipatenkan UNESCO ini. Gerakan tarian sedikit berbeda dengan tarian lainnya sebab tidak memiliki cerita sehingga tidak ada penari yang berperan sebagai lakon atau tokoh utama.
 
3. Tari Sanghyang Dedari, 
Sesuai dengan namanya, tarian ini termasuk ke dalam jenis tari sanghyang yang di tarikan dalam kondisi kesurupan. Tujuan tarian ini pun tidak jauh-jauh dari mistis atau magis dan biasanya tidak dipertunjukkan secara umum. Namun, jika beruntung wisatawan bisa menyaksikan tarian magis ini di desa yang hendak mengadakan upacara melindungi desanya. Uniknya tarian ini di tarikan oleh dua perempuan yang masih suci (belum menikah) dan tidak diiringi oleh instrumen musik. Alunan musik digantikan oleh nyanyian warga desa untuk memberikan persembahan kepada Dewa. Keunikan lain adalah, fakta bahwa tarian satu ini merupakan tari peninggalan zaman pra Hindhu.
 
4. Tari Topeng Sidhakarya, 
Tari Topeng Sidhakarya biasanya menjadi tari penutup suatu upacara sehingga akan diadakan ketika dilakukan upacara keagamaan. Tari topeng ini merupakan tarian wajib yang menandakan upacara keagamaan telah selesai digelar. Adanya tarian ini juga menjadi simbol bahwa apa yang diusahakan sudah mencapai hasil maksimal atau sempurna. Masih ada banyak lagi tarian tradisional Bali yang dipatenkan oleh UNESCO dan beberapa dipentaskan di sanggar atau tempat pementasan khusus. Supaya bisa menikmati keindahan tarian Bali, pastikan sebelum memesan Bali travel sudah berkunjung ke Indonesia.travel untuk informasi jenis tarian dan dimana bisa menyaksikannya.



Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp Now