Istri Yang Baik Harus Berbakti pada Suami1

Alasan Kenapa Istri Harus Berbakti Pada Suami

Istri Yang Baik Harus Berbakti pada Suami

Dalam kehidupan rumah tangga, pasangan suami istri masing-masing memiliki hak dan kewajibannya masing-masing. Suami berperan sebagai pemimpin dan memiliki kewajiban dalam menjaga istri serta anak-anaknya, baik dalam urusan agama maupun dunia. Suami juga wajib menafkahi istri dan anak termasuk memenuhi kebutuhan makan, minum, pakaian serta tempat tinggal. Tanggungjawab suami yang tidak ringan ini harus ditaati pula oleh ketaatan istri kepada suaminya. Kewajiban istri dalam urusan suami ialah setahap setelah kewajibannya dalam urusan agama. Hak suami berada di atas hak siapapun setelah Allah serta Rasul, termasuk kedua orangtua. Menaati suami adalah tanggung jawab terpenting bagi seorang istri.

Istri Yang Baik Harus Berbakti pada Suami

1. Ketaatan istri pada suami akan menjadi jaminan akan surga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda bahwa seorang wanita yang melaksanakan sholat lima waktu, puasa Ramadhan, menjaga kemaluan dan menaati suaminya, maka ia bisa masuk surga dari pintu mana saja yang diinginkannya. Suami bisa menjadi surga atau nerakanya istri. Keridhoan suami ialah keridhoan Allah. Istri yang tidak diridhoi suami karena tidak taat maka akan dapat dikatakan sebagai wanita kufur nikmat serta durhaka.

2. Hak suami berada di atas hak manusia siapa pun termasuk kedua orangtua istri. Hak suami juga harus didahulukan oleh istri dibanding aneka ibadah yang sifatnya sunnah. Rasulullah juga pernah bersabda bahwa tidak diperbolehkan bagi seorang perempuan untuk berpuasa sementara suami ada di dalam rumah, kecuali suami mengizinkan. Bahkan dalam HR Bukhari Muslim, dikatakan bahwa suami yang memanggil istrinya ke tempat tidur maka istri harus menjawabnya. Jika tidak dan suami tidur dengan marah, maka para malaikat akan melaknatnya hingga pagi.

3. Di antara kewajiban yang harus ditunaikan istri atas suami, salah satunya adalah menjaga amanah suami saat berada di rumah. Termasuk di antaranya adalah menjaga harta suami dan rahasia-rahasianya serta bersungguh-sungguh dalam mengurus aneka urusan di rumah. Wanita ialah penanggungjawab di rumah suami, sehingga ia akan dimintai pertanggungjawaban kelak. Wanita yang taat pada Allah serta memelihara diri saat suaminya pergi, maka akan dipelihara juga oleh Allah. Istri wajib untuk taat pada suami serta berbakti padanya, baik saat berada di rumah ataupun saat bepergian bersama.

4. Istri harus melayani segala kebutuhan suami, bukan justru suami yang melayani istri. Jika suami yang memegang peranan sebagai pelayan bagi istrinya seperti memasak, mencuci dan mengurus rumah, maka perbuatan ini termasuk dalam perbuatan munkar serta suami tidak akan lagi menjadi pemimpin. Terkait tugas-tugas istri dalam melayani suami inilah maka Allah memberi kewajiban pada suami untuk memberi nafkah pada istrinya.

5. Istri juga sebaiknya tidak keluar rumah kecuali jika sudah mendapat izin dari suaminya. Tempat asal wanita adalah did alam rumah, sehingga wanita tidak diperbolehkan untuk keluar dari rumahnya kecuali untuk hal yang benar-benar ada perlu serta butuh. Jika bukan termasuk kebutuhan yang penting, maka istri tidak boleh keluar rumah kecuali apabila suaminya telah mengizinkan. Istri yang keluar rumah tanpa izin suami maka akan termasuk istri nusyuz atau durhaka serta sama saja seperti melakukan maksiat pada Allah serta Rasul-Nya.

Semua ketentuan yang disebutkan di atas tentu buat bukan untuk membatasi ruang gerak wanita, apalagi merendahkan harkat serta martabatnya. Semua itu ialah syariat Allah yang pastinya sarat akan hikmah. Ketaatan pada suami akan membimbing pada keharmonisan rumah tangga.




Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp Now