Klasifikasi Toko Online Sebelum Belanja Online

Sebelum Belanja Online, Kenali Dulu Klasifikasi Toko Online

Kenali Dulu Klasifikasi Toko Online, Sebelum Belanja Online

Tren berbelanja online semakin merebak di kalangan masyarakat. Dalam beberapa tahun belakangan ini, berbelanja tak perlu memakan waktu banyak lagi. Semua orang bisa menjadi penjual atau pembeli kapan saja, dimana saja berada.

Namun, tahukah Anda jika toko online yang biasa Anda gunakan untuk berbelanja ada banyak macamnya? Secara garis besar, memang ada kategorisasi jenis toko online di Indonesia. Mungkin sebagian dari Anda sudah paham akan hal ini, karena mereka yang biasa berbelanja online biasanya merasakan perbedaannya.

berbelanja online

Berikut ini kami informasikan pengelompokan toko online yang ada di Indonesia yang perlu Anda ketahui. Informasi ini juga sangat berguna bagi Anda yang berencana untuk membuka toko online. Yuk, simak informasi berikut!

  1. Situs Classified/Iklan baris

Sesuai dengan namanya, situs ini memungkinkan para penjualnya memasang iklan atau produknya melalui halaman iklan layaknya sebuah iklan di koran. Mekanisme penjualannya konvensional, di mana sang penjual hanya menaruh informasi mengenai produknya di iklan, seperti foto, harga, deskripsi, kontak, dan sebagainya. Jika calon pembeli tertarik, hanya tinggal menghubungi kontak yang tertera pada halaman tersebut.

Dengan cara ini, baik penjual maupun pembeli disarankan harus sangat berhati-hati. Karena transaksi tidak melibatkan pihak ketiga atau pengelola situs. Situs classified yang populer misalnya forum-forum jual beli.

  1. Toko Online Customer to Customer (C2C)/Marketplace

Hampir mirip dengan situs classified, siapa saja bisa menjadi penjual dan pembeli. Mekanisme penjualannya juga kurang lebih sama. Penjual harus terlebih dahulu membuat akun jualannya. Bedanya, dalam situs marketplace, transaksi lebih aman dilakukan karena dibayarkan melalui pihak ketiga, yaitu pengelola situs yang cukup terpercaya. Setelah memberi konfirmasi penerimaan barang, barulah uang akan diberikan pada penjualnya. Uang bisa kembali apabila barang tidak sampai atau transaksi dibatalkan.

  1. Toko Online Bussiness to Customer (B2C)/E-Commerce

Jenis toko online ini dibuat dan dikelola oleh pemilik toko atau perusahaan. Biasanya para penjual membuka situs online semacam ini apabila mereka sudah memiliki banyak produk yang bisa dijual. Tentu saja pada awal pendirian harus mendedikasikan banyak waktu. Sebab, tidak dapat dipungkiri pendirian ini juga membutuhkan beberapa ahli di bidangnya.

Artikel Terkait : https://www.kabarwaras.com/bisnis-belanja-online-yang-lagi-ngetrend/

Ada dua jenis toko online ini. Pertama, mereka yang memiliki brand sendiri memiliki situs khusus produknya. Kedua, yaitu para pemilik brand berjualan di satu situs toko online. Artinya, pemilik brand hanya memberikan stok, yang mengelola adalah pemilik situs. Mulai dari pengiriman dan segalanya. Bisa dikatakan semacam kerjasama antara pemilik situs dan pemilik produk.

  1. Toko Online Media Sosial

Biasanya toko online media sosial hanya dalam lingkup kecil. Misalnya reseller atau toko-toko perintis yang masih belum lama berdiri.

Baca Juga : https://www.kabarwaras.com/gemar-belanja-online/




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *