Persib Bandung Dikenai Sanksi Lagi Oleh Komdis PSSI Akibat Ulah Bobotoh

Berita olahraga hari ini adalah. Seperti yang kita ketahui bahwa suporter memiliki peranan penting dalam sebuah pertandingan sepak bola. Tentu saja peranan pentingnya itu sebagai pembakar semangat bagi sebuah tim sepak bola yang didukung oleh ribuan suporternya. Itu sebabnya, mengapa para suporter selalu disebut sebagai pemain ke 12.
Terlepas dari hal itu, suporter Persib Bandung atau yang biasa disebut dengan nama Bobotoh, merupakan kelompok suporter terbesar di Indonesia. Tak hanya di Indonesia, Bobotoh juga masuk kedalam jajaran kelompok suporter terbesar di dunia. Sudah tidak diragukan lagi akan loyalitas Bobotoh kepada Skuat Maung bandung.
 
Ibarat “ Dimana ada semut disitu ada gula, dimana ada Persib Bandung disitu ada Bobotoh “. Dengan kata lain, Persib Bandung memiliki keterikatan yang begitu kuat dengan Bobotoh. Kata bobotoh sendiri ditujukan bagi siapa saja yang mendukung Pangeran Biru, entah itu dari kelompok Viking, Bomber, Flower City Cassual, Ultras, Jurig Persib, dan sebagainya. 
Dalam artian, apapun nama kelompok suporter yang mendukung Persib Bandung, mereka semua disebut sebagai Bobotoh Persib Bandung. Mengingat banyaknya element suporter Persib Bandung, tak jarang terjadi gesekan diantara mereka. Pada akhirnya bobotoh pun membuat slogan “ Kabeh Dulur “, yang artinya “ Semuanya Bersaudara “.
Sanksi Untuk Persib Bandung
Berbicara soal sanksi, menurut kabar dari berita olahraga Nasional menyebutkan bahwa Persib Bandung mendapatkan sanksi baru dari komdis PSSI. Sanksi itu pun dilayangkan kepada Persib Bandung seusai pertandingannya melawan Semen Padang FC, yang digelar pada hari Sabtu 9/ 9/ 2017 di stadion Si Jalak Harupat denga skor imbang 0 – 0. Pada pertandingan tersebut, bobotoh pun berinisiatif untuk memberi dukungan terhadap muslim Rohingya dengan membuat koreografi yang bertulisan “ Save Rohingya “.
Namun, hal itulah yang membuat komdis PSSI menjatuhkan sanksi berupa denda kepada Persib Bandung beserta manejemennya. Menurut ketua PSSI Edy Rahmayadi, koreografi bertulisan “ Save Rohingya “ yang dibuat bobotoh itu mengandung unsur politik. Namun menurut pengakuan dari para petinggi bobotoh, koreografi “ Save Rohingya “ itu murni dari inisiatif bobotoh sebagai sesama muslim, dan sama sekali tidak melibatkan unsur politik.
Jika secara logika, apa bedanya koreografi “ Save Rohingya “ dengan koreografi “ Pray For Paris “. Apakah para petinggi-petinggi PSSI ini sudah hilang rasa prikemanusiaannya ?



Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp chat