Ingin Menjadi Animator? Belajarlah di Sekolah Animasi

 Belajarlah di Sekolah Animasi

https://www.kabarwaras.com/ – Sekolah jurusan animasi telah banyak berdiri di berbagai negara. Mengapa demikian? Karena jurusan ini memang berkaitan dengan dunia hiburan. Dunia hiburan, terutama industri perfilman, telah berkembang pesat.

Di negara-negara barat terutama Amerika Serikat dengan Hollywood-nya telah banyak berinvestasi di industri sejak lama. Seperti kita ketahui, studio animasi Walt Disney saja telah banyak membuat film animasi sejak tahun 1940-an. Studio yang terkenal dengan tokoh Mickey Mouse dan Donald Duck ini telah banyak memproduksi film-film animasi panjang untuk ditayangkan di bioskop maupun film-film animasi berdurasi pendek.

Selain studio animasi Walt Disney, ada juga studio animasi Warner Bros. yang menjadi pesaingnya. Tokoh-tokoh kartun seperti Bugs Bunny dan Daffy Duck adalah hasil kreasi studio ini.  Seiring dengan kemajuan teknologi, studio-studio animasi lain pun bermunculan. Saat ini, industri animasi bukan hanya “milik” Hollywood namun negara-negara lain juga bisa membuatnya.

Sebelum adanya teknologi komputer, semua pengerjaan film animasi dilakukan secara tradisional, yakni dengan menggambar setiap gerakan tokoh di kertas. Selain itu, pada saat itu belum tersedia sekolah khusus jurusan animasi sehingga biasanya yang bekerja di bidang ini hanya orang-orang yang tidak hanya berbakat menggambar namun juga memiliki imajinasi tinggi. Kenapa begitu?

Karena untuk menggambar setiap gerakan tentunya membutuhkan imajinasi, misalnya saat seorang tokoh melakukan adegan berlari maka seorang animator, julukan seorang yang bekerja di bidang animasi, akan membayangkan bagian tubuh mana saja yang ikut bergerak dan bagaimana cara melukisnya agar terlihat natural.

Saat itu, satu gerakan saja bisa menghabiskan 24 lembar kertas, bayangkan bila satu film panjang utuh, berapa jumlah kertas yang digunakan dan berapa banyak waktu yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Animasi pada jaman dulu, selain di film kartun juga bisa digabungkan dengan manusia yang beraksi atau melakukan adegan tertentu. Sebagai contoh film produksi Walt Disney di tahun 1960-an yang berjudul Marry Poppins dimana kartun di film itu berinteraksi dengan tokoh manusia. Film ini menjadi fenomenal di jamannya dan meraih berbagai penghargaan.

Memang betul menjadi seorang animator jaman dulu membutuhkan imajinasi lebih dan mampu menuangkannya ke atas kertas.

Namun sebelum membahas tempat untuk mempelajari animasi, sebaiknya kita perlu tahu dulu mengenai apa itu animasi.

Apa Itu Animasi ?

Menurut Wikipedia, animasi adalah proses pembuatan ilusi gerak dan perubahan dengan memberi tampilan cepat dari urutan gambar statis yang , minimal, berbeda satu sama lain. Ilusi-seperti dalam film pada umumnya- diperkirakan mengandalkan fenomena phi. Fenomena ini adalah ilusi optik untuk memahami serangkaian gambar statis dengan ditampilkan dalam urutan cepat, seperti gerakan berkelanjutan.

Sedangkan seniman yang mengkhususkan diri dalam pembuatan animasi dinamakan animator.

Animasi dapat direkam dalam media analog, sebuah buku flip, film, rekaman video, media digital, termasuk format animasi GIF, animasi Flash, dan video digital. Untuk menampilkan animasi, kamera, komputer, atau proyektor digital digunakan bersamaan dengan teknologi baru.

Metode pembuatan animasi meliputi metode pembuatan animasi tradisional dan dapat juga berupa animasi stop motion dari objek dua dan tiga dimensi, guntingan kertas, boneka dan tokoh tanah liat. Gambar ditampilkan dengan urutan yang cepat, biasanya 24, 25, 30, atau 60 frame per detik.

Animasi komputer meliputi berbagai teknik, meskipun semua teknik tersebut membuat animasi dilakukan secara digital pada komputer. Teknik animasi 2D lebih memfokuskan pada manipulasi gambar sementara teknik 3D pada umumnya membangun dunia virtual dimana karakter dan objek bergerak dan berinteraksi. Animasi 3D dapat membuat gambar yang tampak nyata saat ditampilkan.

Animasi 2D dibuat atau di-edit di komputer menggunakan grafis bitmap 2D atau dibuat dan di-edit menggunakan grafis vektor 2D. Dengan kemajuan teknologi maka para animator pun akan terbantu. Komputer melakukan otomatisasi dari teknik animasi tradisional, interpolated morphing, onion skinning, dan interpolated rotoscoping.

Untuk menghasilkan animasi 2D, kita dapat menggunakan banyak aplikasi, yang meliputi animasi komputer analog, animasi Flash dan animasi menggunakan PowerPoint. Sedangkan Cinemagraphs merupakan foto-foto dalam bentuk file animasi GIF.

Animasi 3D  merupakan sebuah objek yang dibuat secara digital dan dimanipulasi oleh seorang animator. Animator biasanya memulai dengan menciptakan 3D polygon mesh untuk dimanipulasi. Sebuah mesh biasanya mencakup banyak vertice yang dihubungkan oleh edge dan face sehingga memberikan tampilan visual dari bentuk objek 3D atau berupa lingkungan dalam bentuk 3D.

Kadang-kadang, mesh diberikan struktur rangka internal digital yang disebut armature yang dapat digunakan untuk mengendalikan mesh dengan memanipulasi vertice. Proses ini disebut rigging dan dapat digunakan bersamaan dengan keyframes untuk membuat gerakan.

Fungsi matematika (misalnya, gravitasi, simulasi partikel), bulu simulasi atau rambut serta efeknya, kebakaran dan simulasi air dapat pula diterapkan. Teknik ini bisa digolongkan pada 3D dynamics.

Seiring kemajuan teknologi komputer, pekerjaan seorang animator pun lebih terbantu. Dengan semakin banyaknya rumah-rumah produksi untuk animasi maka dibutuhkan juga banyak tenaga animator. Sekolah-sekolah animasi maupun universitas dengan jurusan animasi pun bermunculan.

Bila dulu animasi lebih condong ke film kartun dua dimensi maka kini dengan kemajuan teknologi komputer, animasi pun dapat menghasilkan objek tiga dimensi. Kini bukan hanya film, animasi pun digunakan pada permainan komputer (video games).

Sekolah animasi dan jurusan animasi tidak hanya mengajarkan cara mengerjakan animasi dua dimensi, tapi juga animasi tiga dimensi. Tidak terbatas pada materi cara pembuatan animasi dua dimensi dan tiga dimensi namun juga visual effect (efek visual).

Namun apa itu efek visual ?

Sedikit Penjelasan Tentang Efek Visual

Bila Anda penggemar film-film aksi dari Hollywood sering melihat tokoh utama melakukan adegan yang membahayakan namun setelah tahu proses produksinya maka kita baru tahu bahwa ia melakukannya di sebuah studio lalu dimanipulasi dengan bantuan teknologi komputer.

Dalam pembuatan film, efek visual (disingkat VFX) adalah proses dimana citra dibuat dan / atau dimanipulasi di luar suasana shooting film.

Efek visual melibatkan integrasi rekaman dari shooting film dan citra yang dihasilkan untuk menciptakan lingkungan yang terlihat realistis dimana akan berbahaya, berbiaya mahal, tidak praktis, atau tidak mungkin dilakukan pada saat shooting film. Efek visual menggunakan computer generated imagery atau yang sering disingkat CGI.

CGI merupakan aplikasi grafis komputer untuk membuat atau berkontribusi untuk gambar dalam seni, media cetak, video game, film, program televisi, iklan, video, dan simulator. Adegan visual dapat berupa dinamis atau statis, dan mungkin dua dimensi (2D), meskipun istilah “CGI” ini paling sering digunakan untuk merujuk kepada komputer grafis 3D yang digunakan untuk menciptakan adegan atau efek khusus dalam film dan televisi. Penggunaan CGI 2D sering keliru disebut sebagai “animasi tradisional”, paling sering dalam kasus ketika perangkat lunak seperti Adobe Flash atau Toon Boom tidak digunakan dan / atau CGI yang digambar tangan menggunakan perangkat tablet (bukan perangkat untuk berkomunikasi) dan / atau mouse.

Istilah ‘animasi CGI’ mengacu pada CGI dinamis yang dijadikan film. Perangkat lunak komputer grafis digunakan untuk membuat citra yang dihasilkan komputer untuk film, dll. Ketersediaan perangkat lunak CGI dan peningkatan kecepatan komputer saat ini telah memungkinkan seniman individu dan perusahaan kecil untuk memproduksi film profesional berkelas, games, dan seni rupa dari komputer di rumah mereka. Evolusi CGI menyebabkan munculnya sinematografi maya pada 1990-an dimana sudut pengambilan gambar tidak dibatasi oleh hukum-hukum fisika.

Efek visual sering terintegrasi dengan cerita film dan menjadi daya tarik. Meskipun sebagian besar efek visual dikerjakan selama pasca-produksi, namun tetap harus direncanakan dengan hati-hati dan koreografer di pra-produksi dan selama produksi.

Efek visual, pada umumnya, dilakukan saat pasca produksi menggunakan beberapa alat dan teknologi seperti desain grafis, modeling, animasi dan perangkat lunak yang sama, sementara efek khusus, seperti ledakan dan kejar-kejaran mobil dibuat pada sebuah set. Seorang supervisor efek visual biasanya terlibat dalam produksi dari tahap awal untuk bekerja sama dengan sutradara film, untuk membimbing dan memimpin tim yang diperlukan untuk mencapai efek yang diinginkan.

Efek visual dapat dibagi menjadi setidaknya empat kategori:

  • Matte paintings dan stills: lukisan digital atau tradisional atau foto yang menjadi latar belakang untuk elemen penting atau rotoscoped.
  • Efek live-action: efek visual yang dihasilkan aktor atau model saat melakukan adegan dengan latar belakang bluescreening dan greenscreening.
  • Animasi digital: modeling, pencahayaan komputer grafis, texturing, rigging, pembuatan animasi, dan rendering karakter 3D yang dihasilkan komputer, efek partikel, set digital, latar belakang.
  • Efek digital (biasanya disingkat menjadi FX digital atau FX) adalah berbagai proses citra yang dibuat dan / atau dimanipulasi dengan atau dari aset fotografi. Efek digital melibatkan integrasi citra fotografi statis dan computer-generated imagery (CGI) dalam rangka menciptakan lingkungan yang terlihat realistis, tapi akan berbahaya, berbiaya mahal, atau tidak mungkin dilakukan selama shooting film. FX biasanya berhubungan dengan dunia fotografi berbeda dengan efek visual yang berhubungan dengan produksi film.

Bila seseorang ingin menjadi seorang animator, setidaknya ia memiliki kemampuan / bakat atau menempuh jalur pendidikan formal di sebuah sekolah / perguruan tinggi dengan memilih jurusan yang tepat. Namun tidak sedikit pula yang salah memilih jurusan sehingga menyesal di kemudian hari.

Kesalahan yang umum ditemui adalah bahwa seseorang salah memilih jurusan dengan memilih jurusan komputer padahal ia ingin menjadi animator. Sebuah perguruan tinggi pada umumnya memiliki lebih dari satu jurusan.

Ada dua jurusan pada perguruan tinggi yang biasanya akan mengecoh calon mahasiswa. Jurusan Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual (DKV). Kenapa demikian? Mungkin calon mahasiswa mendapatkan informasi dari sumber yang tidak akurat. Cita-cita dia ingin menjadi animator namun ia malah memilih jurusan Teknik Informatika.

Memang jurusan Teknik Informatika ada yang mengajarkan materi computer graphics namun di jurusan ini lebih mengajarkan pada teori dan algoritma untuk pengembangan computer graphics. Sedangkan cara-cara membuat sebuah tampilan yang cantik diajarkan pada jurusan DKV.

Oleh karena itu, bila seseorang tidak ingin salah memilih jurusan maka lebih baik ia mendaftar di sebuah perguruan tinggi yang khusus untuk DKV atau sekolah yang khusus mengajarkan desain dan animasi. Seseorang yang telah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) di Indonesia dan bercita-cita menjadi animator tentunya akan menempuh pendidikan lebih lanjut.

Bila ia lebih memilih melanjutkan studi di sebuah sekolah khusus desain dan animasi maka itu akan menjadi sebuah tantangan.

Karena negara-negara barat banyak menghasilkan film animasi maka sekolah animasi atau pun universitas dengan jurusan animasi banyak yang berdiri di luar negeri. Namun dengan perekonomian asia yang tumbuh pesat, kini film-film animasi pun banyak diproduksi negara-negara asia seperti Indonesia.

Tidak sedikit pula para animator asal Indonesia yang bekerja di studio animasi luar negeri ada yang membagi pengetahuan dan keterampilannya dengan membuka sekolah-sekolah animasi agar industri film Indonesia semakin lebih baik. Namun, saat ini tidak sedikit pula sekolah animasi luar negeri yang membuka cabang di Indonesia.

Salah satunya adalah SAE Institute.

Sejarah SAE Institute

SAE Institute sebelumnya dikenal sebagai School of Audio Engineering, Sekolah Teknik Audio atau kampus teknologi SAE. Sekolah pertama dibuka pada tahun 1977 di Sydney, Australia oleh Tom Misner, seorang sound engineer, produser rekaman, dan pengusaha.

Sekolah ini menawarkan berbagai program diantaranya, teknik audio, animasi 3D, multimedia, produksi musik, desain grafis, pembuatan film digital, dan desain game. Saat ini kampus SAE telah tersebar di 54 kota di 30 negara yang dilengkapi fasilitas lengkap untuk mendukung studi para siswa.

Pada awalnya Tom Misner mengubah sebuah studio iklan kecil menjadi sebuah ruang kelas. Enam tahun berikutnya, Misner mendirikan kampus-kampus di Melbourne, Brisbane, Adelaide, dan Perth.

Kemudian SAE mulai berekspansi ke luar Australia dengan membuka lokasi di London, Munich, Frankfurt, Auckland, Glasgow, dan Wina di pertengahan 1980-an. Pada tahun 1990-an, SAE juga membuka cabang di Milano, Zürich, Hobart, Cologne, Paris, Hamburg, dan Stockholm dengan kantor pusat di Amsterdam.

SAE juga berekspansi ke Asia dengan membuka kampus di Singapura dan Kuala Lumpur. Di akhir 1990-an, SAE mendirikan SAE Entertainment Company dan juga dan meluncurkan program gelar universitas penuh dengan kerjasama dari Universitas Southern Cross dan Universitas Middlesex.

Universitas Middlesex berlokasi di Hendon, utara barat London, Inggris. Dinamakan demikian karena universitas ini terletak di daerah bersejarah Middlesex. Didirikan sejak abad ke-19, Middlesex pada awalnya merupakan lembaga politeknik namun sejak tahun 1973 Middlesex menjadi lembaga pendidikan formal.

Untuk lebih menyesuaikan akan kebutuhan industri maka di tahun 2012, Universitas  Middlesex  merestrukturisasi dirinya. Kini universitas ini menyelenggarakan sekolah bisnis, hukum, seni, dan desain, kesehatan dan pendidikan, media dan seni pertunjukan dan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pada tahun 2016, universitas ini diakui sebagai lembaga pendidikan berkelas dunia dan berada pada peringkat di antara 150 universitas baru terbaik di dunia.

Mulai tahun 1999 hingga beberapa tahun setelahnya, SAE mulai membuka cabang di Amerika Serikat yang berlokasi di Los Angeles, Chicago, Miami, Nashville, Atlanta, dan San Francisco.

Di tahun berikutnya, SAE mulai membuka beberapa cabang di India, Liverpool, Bangkok, Barcelona, Leipzig, Dubai, Cape Town, Istanbul, Amman, Serbia, Madrid, Brussels, Qatar, Meksiko, Arab Saudi, dan Mesir.

Di tahun 2010, SAE Institute dijual ke sebuah perusahaan layanan pendidikan publik, Navitas. Lembaga ini merupakan salah satu lembaga pendidikan terkemuka di Australia yang menyediakan program pra-universitas dan perguruan tinggi, pendidikan migran, kursus bahasa Inggris, perekrutan mahasiswa, pengembangan profesional, pendidikan media kreatif, dan pelatihan untuk perusahaan dengan lebih dari 800.000 siswa di lebih dari 100 perguruan tinggi dan kampus di 23 negara. Di tahun-tahun berikutnya SAE Institute juga membuka cabang di ibukota Indonesia, Jakarta.

Jurusan Animasi di SAE Jakarta

SAE Institute yang berlokasi di Jakarta membuka jurusan animasi bagi siapa saja yang berminat untuk berkarir di industri kreatif. Ada dua jurusan yang berkaitan dengan animasi di sekolah animasi SAE Jakarta.

  • Bachelor of Arts/Science (with Honours) dalam Visual Effects Animation

Untuk mengikuti program sarjana ini, calon mahasiswa harus memenuhi persyaratan seperti menyelesaikan SAE Diploma atau setara dan memiliki kemampuan bahasa Inggris dengan menunjukkan bukti berupa hasil International English Language Testing System ( IELTS ) dengan skor minimal 5.5, atau setara.

Program sarjana di sekolah animasi SAE akan menambah pengetahuan mahasiswa yang sudah diperoleh selama program diploma animasi dan akan memperdalam keterampilan mereka. mahasiswa akan memperoleh keahlian dalam produksi digital animasi dan manajemen bisnis, pemasaran dan komunikasi, dan pengetahuan tentang infotainment industri kontemporer.

  • Jurusan Animasi Efek Visual

Untuk jurusan ini persyaratan yang diperlukan tidak terlalu sulit karena hanya mensyaratkan kelulusan SMA atau setara.

Program 36 bulan ini mempelajari semua aspek Animasi Efek Visual. Dalam jurusan animasi ini siswa memperoleh keterampilan yang komprehensif di bidang grafis 2D & 3D yang dihasilkan komputer berupa animasi & pengomposisian VFX, dengan menggunakan perangkat lunak yang paling banyak digunakan dalam industri animasi, seperti Autodesk Maya, Autodesk Mudbox, Adobe After Effect, dan Adobe Premiere.

Sekolah animasi SAE memberikan wawasan tentang sistem dan peralatan yang digunakan untuk membuat animasi & pengomposisian efek visual serta membagi pengalaman dalam teknik produksi dan konsep desain. Tujuannya untuk memperluas pengalaman belajar lebih dari sekadar pelatihan jenis kejuruan murni, dengan menyertakan basis pengetahuan yang lebih luas dan pengalaman edukasi berbasis penelitian.

Jurusan animasi ini diajarkan dan dikelola oleh SAE Institute Jakarta, Indonesia dan divalidasi oleh Middlesex University, London.

Pada kedua jurusan tersebut, siswa akan diberikan materi penting yang berkaitan dengan cara memproduksi animasi, diantaranya

  • Storytelling
  • Menggambar
  • 3D grafis
  • Animasi 2D & 3D
  • Pasca Produksi
  • Prinsip-prinsip desain
  • Pengetahuan industri
  • Praktek studio
  • Prinsip animasi
  • Peralatan Animasi
  • Manajemen proyek

Dengan menyelesaikan studi di salah satu jurusan tersebut, siswa akan mendapatkan berbagai pengalaman berharga seperti

  • Memperoleh wawasan penggunaan perangkat lunak yang digunakan dalam industri animasi seperti Autodesks 3DS Max, Maya, dan Adobe Creative Suite.
  • Pengalaman bekerja dengan desainer web, pengembang game dan mobile, pembuat film, animator, dan spesialis audio.
  • Pengalaman bekerja sama dengan pembuat film dalam mengembangkan teknik efek visual.
  • Pengalaman mengembangkan keterampilan film dan media interaktif yang diinginkan industri.
  • Belajar menghasilkan narasi film animasi yang menarik.
  • Bekerja dengan game developer untuk menghasilkan aset animasi untuk media interaktif.
  • Belajar dan menerapkan metodologi manajemen proyek standar industri mulai dari hari pertama.
  • Belajar kolaboratif dengan pengajar Anda dimana ia adalah mentor Anda.

Bila Anda berminat mengembangkan karir di industri animasi tentunya perlu mempelajari segala hal yang berkaitan dengan animasi. Untuk bisa memiliki kemampuan dan wawasan di bidang animasi, Anda perlu belajar di sebuah sekolah animasi yang telah memiliki pengalaman di bidang ini.

Bila tertarik, Anda tidak perlu belajar di luar negeri karena di Indonesia telah hadir sekolah animasi terkemuka di dunia dan telah memiliki banyak jaringan di berbagai negara. SAE Jakarta adalah jawabannya.

Visi Misi SAE Insititute

Dengan menjadi salah satu sekolah animasi terkemuka di dunia, SAE Institute tentunya mempunyai visi dan misi agar setiap siswa dapat mencapai cita-citanya, yakni menjadi seorang animator handal.

Visi dan Misi SAE Institute adalah sebagai berikut.

  • Menjadi lembaga pendidikan terkemuka di dunia dalam industri media kreatif
  • Memberikan materi pelajaran sesuai kebutuhan dalam industri ini.
  • SAE Institute menyediakan kejuruan spesialis dan program pendidikan tinggi di seluruh dunia dengan tujuan menginspirasi dan mengembangkan para lulusan SAE Institute.
  • SAE Institute memiliki komunitas profesional dalam bidang media kreatif di jaringan global.
  • SAE Institute memiliki keunggulan dalam layanan akademik.

 Untuk mencapai dan menjalankan visi dan misi, SAE Institute memiliki beberapa prinsip atau nilai-nilai.

  • SAE Institute yakin akan tujuannya dan potensi yang dimiliki.
  • SAE Institute menunjukkan cara mencapai tujuan dan maju bersama.
  • SAE Institute berpetualang mengeksplorasi pikiran dan batin
  • SAE Institute menunjukkan ketegasan dalam meningkatkan reputasi profesional dan kredibiltas.
  • SAE Institute tulus dalam melayani.
  • SAE Institute memberikan rasa hormat dengan merayakan, menghargai, dan memperhatikan masyarakat dan lingkungan.

Setelah siswa lulus dari jurusan animasi, ia pun siap untuk bekerja di industri kreatif ini. Namun menjadi seorang animator tentu bukanlah sebuah pekerjaan yang ringan. Pekerjaan membuat suatu animasi berdurasi panjang (bukan hitungan detik) membutuhkan usaha ekstra dan waktu pengerjaan yang lama untuk menghasilkan karya yang berkualitas.

Yang Perlu Diketahui Tentang Produksi Film Animasi

Dalam tahap produksi, biaya untuk film animasi atau pun film yang menggunakan efek visual dapat lebih besar daripada film drama biasa. Mengapa demikian ?

Misalnya, seorang sutradara film “biasa” dapat dengan mudah mengulang suatu adegan dalam proses principal photography namun lain halnya dengan film animasi. Suatu adegan dalam film animasi harus secara manual diberikan oleh animator. Jadi akan sangat tidak efisien jika menghamburkan banyak biaya untuk sejumlah animator dalam beberapa minggu hanya untuk durasi beberapa menit namun adegan tersebut gagal dalam mengembangkan plot film.

Untuk mencegah hal tersebut, studio animasi Walt Disney mulai tahun 1930-an tetap mempertahankan suatu divisi untuk cerita yang bertugas mengembangkan adegan melalui storyboard. Animator akan mulai bekerja jika tim produksi puas akan keseluruhan adegan.

Ada banyak tantangan dalam memproduksi film animasi. Sebuah film animasi dapat memperkerjakan ratusan animator dan setiap animator bisa memiliki gaya menggambar atau membuat animasi yang berbeda-beda. Tantangannya adalah memastikan gaya sebuah film animasi konsisten dari awal hingga akhir dengan mensinkronkan satu sama lain.

Sebagai contoh, sebuah film animasi berseri dengan ratusan episode akan membutuhkan usaha yang lebih agar dapat mempertahankan penggambaran tokoh utama dengan gaya yang sama dari episode pertama hingga tamat.

Untuk memengatasi hal ini dalam proses produksi akan terbagi dalam beberapa kelompok dengan tugas masing-masing. Misalnya, seniman yang hanya mengerjakan visual latar belakang tidak akan mengerjakan tampilan suatu karakter / tokoh dalam film dengan segala ekspesi dan pose. Begitu pun sebaliknya.

Saat ini teknologi komputer berkembang pesat dalam membantu pengerjaan film animasi. Namun saat pengerjaan film animasi masih tradisional, untuk membantu animator membuat karakter dari berbagai sudut pandang maka dibuatkanlah sebuah maquette / maket dari karakter tersebut.

Menurut wikipedia, sebuah maket (berasal dari kata Perancis yang berarti model skala, kadang-kadang disebut dengan nama Italia Plastiko atau Modello) merupakan model skala kecil atau draft kasar dari patung yang belum selesai. Istilah lainnya adalah Bozzetto, yang berasal dari kata Italia yang berarti “sketsa”.

Film animasi berkualitas tentu didukung cerita yang bagus. Untuk memperkuat cerita, mulai tahun 1960-an, studio animasi memperkerjakan penulis skenario profesional untuk membantu menuliskan skenario. Ini berbeda dengan tugas departemen cerita.

Setelah mengetahui beberapa hal tentang animasi, jika Anda bercita-cita menjadi animator memang diperlukan kemauan yang kuat dan tidak mudah menyerah. Kini untuk belajar di sebuah sekolah animasi yang berlokasi di Indonesia tidak terlalu sulit karena telah banyak berdiri di berbagai kota. Salah satunya Jakarta dan SAE Institute Indonesia adalah sekolah animasi dengan kualitas unggul.




Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp chat