tempat makan denpasar Bali

Tempat Makan Murah Di Denpasar Bali Indonesia

Tempat Makan Murah Di Denpasar Bali Indonesia
Pantai Kuta. Pantai Sanur. Pantai Pandawa. Danau Bratan. Taman Tampak Siring. Itu semua obyek wisata yang berada di Bali. Bali memiliki pesona yang luar biasa dibanding dengan pulau lain yang berada di kawasan Indonesia. Pesona Bali sendiri dikarenakan Bali memiliki beraneka ragam kebudayaan. Di Denpasar Bali Indonesia kita bisa menemukan berbagai macam rumah makan murah yang akan membuat lidah kita bergoyang karena kelezatannya. Namun bagi kaum muslim diharapkan untuk berhati-hati jika hendak memesan makanan di restoran/ rumah makan di Bali karena kemungkinan makanan menggunakan bahan dasar babi sangat mungkin terjadi.
 
Penggunaan babi di Bali dikarenakan umat Hindu mengharamkan memakan sapi/ lembu karena lembu merupakan binatang tunggangan para dewa di agama Hindu. Ada yang unik dengan lembu khas Bali. Lembu di Bali memiliki ciri khas pada bagian ujung kaki bulu mereka berwarna putih, jadi lembu di sana seperti menggunakan kaos kaki. Menurut mitos atau kepercayaan yang berkembang di Bali, asal muasal kaki lembu berwarna putih karena dulu saat lembu dijadikan barang tunggangan para dewa, si lembu menginjak awan lalu mulai saat itu warna kaki lembu menjadi putih seperti warna awan. Meskipun di Bali mitos dan adat budaya umat Hindu lekat terjadi, namun sikap kerukunan beragamanya patut diacungi jempol. Mereka memiliki toleransi yang teramat baik.
 
Kembali kita ke topik awal tentang tempat makan murah di Denpasar Bali Indonesia. Di kota ini umat nonmuslim dapat menikmati nasi lawar cukup murah. Hanya berkisar Rp. 10.000 saja untuk setiap porsinya. Menurut informasi yang saya peroleh, nasi lawar merupakan nasi yang berisi lawar. Lawar sendiri adalah makanan berupa campuran daging dan sayuran yang dibumbui dengan bumbu khas Bali. Beberapa penjual nasi lawar di Bali menambahkan darah babi pada campuran lawar. Penambahan darah babi dimaksudkan untuk menambah citarasa pada lawar. Jika lawar dicampur dengan darah babi, maka lawar diberi nama nasi lawar babi. Sementara jika lawar dibuat dari nangka, maka disebut nasi lawar nangka. Meskipun di Bali banyak terdapat makanan yang tidak halal bagi kaum muslim, namun saya pribadi tidak pernah takut untuk berkunjung ke Bali. Hal ini dikarenakan para penduduk secara terbuka menyatakan halal atau tidak terhadap makanan yang mereka jual. Kejujuran seperti inilah yang sangat saya sukai dari penduduk Bali.
masakan denpasar Bali
Selain saya suka karena kejujuran para penduduk di Bali, saya juga merasa takjub dengan cara berpikir anak-anak muda di Bali. Untuk sebagian besar anak muda sekarang selalu menolak untuk mempelajari budaya, namun di Bali, saya akan begitu mudah menemui anak-anak muda berlatih menari tarian tradisional atau pun anak muda yang sedang asyik membuat hiasan persembahan dari janur kelapa. Kiranya cukup jelas alasan mengapa saya ingin dan ingin selalu mengunjungi Bali, yaitu karena Bali memiliki pesona lebih baik dari penduduk, adat maupun obyek wisatanya.



WhatsApp chat