10 Tips Aman Berbelanja Online dengan Kartu Credit

10 Tips Aman Berbelanja Online dengan Kartu Credit

Berbelanja On-line dengan Kartu Credit

Apakah Anda suka belanja on-line dengan memakai kartu credit? Belanja lewat Internet atau dengan cara on-line dengan memakai kartu credit memanglah praktis serta gampang, lantaran Anda tak perlu meninggalkan tempat Anda untuk mendatangi toko atau tempat penjualan untuk beli barang yang Anda perlukan. Cukup bermodalkan computer serta koneksi Internet dan sudah pasti kartu credit, Anda telah dapat belanja on-line dimana serta kapanpun. Namun bagaimana dengan keamanannya?

Saat Anda berbelanja online dengan kartu kredit, penting bagi Anda untuk mengikuti sejumlah pedoman untuk terhindar dari aksi penipuan dan pencurian identitas kartu kredit. Jika Anda ingin menjaga agar kartu kredit dan data Anda tetap aman saat menggunakannya untuk berbelanja online, simak tips lengkap berikut ini:

1. Berhati-hati Saat Mengetik URL

Sebaiknya Anda berkunjung ke satu website berbelanja on-line tak lewat cara mengklik link apa pun tetapi dengan mengetik alamat URL sendiri dengan cara hati-hati. Yakinkan Anda mengetik alamatnya dengan benar, lantaran satu huruf saja yang salah bisa membawa Anda ke website yang sekalipun tidak sama. Butuh di ketahui juga kalau alamat website yang sudah Anda taruh dalam bookmark di browser Anda juga terkadang dapat beralih, hingga sebaiknya bila Anda akan belanja on-line, janganlah click situsnya lewat bookmark tetapi tulis saja alamat URLnya dengan cara manual. Lebih ribet memanglah, tetapi lebih aman.2. Cara Pakai Kartu Kredit di Situs yang Anda Percayai

Waktu Anda belanja on-line dengan memakai kartu credit, yakinkan Anda hanya berkunjung ke website atau toko on-line yang Anda yakin mempunyai reputasi dan kredibilitas yang baik. Mungkin saja Anda kerap terima e-mail diisi beragam penawaran atau promo menarik yang lalu mengharuskan Anda untuk mengklik link yang tercantum didalam e-mail itu. Jauhi mengklik link dari e-mail, terlebih yang tidak terang asal-usulnya, lantaran link seperti ini mempunyai peluang membawa Anda ke website palsu yang berniat di buat untuk mengambil data kartu credit Anda. Baiknya Anda segera menuju website yang dikehendaki dengan mengetik alamat URL-nya di browser Anda.
3. Pastikan Komputer Anda terhindari dari Virus Pasang Anti Virus di Komputer Anda
Yakinkan computer Anda terlindung dari virus serta dari beberapa hacker yang bisa membawa browser Anda ke bebrapa website palsu serta mengambil data perbankan. Langkahnya yaitu dengan mengunduh piranti lunak anti-virus serta anti-spyware serta memasangnya di computer Anda. Yakinkan juga piranti lunak itu adalah versus paling baru, serta selekasnya perbarui demikian telah ada versus terbaru. Diluar itu, pakai cuma piranti lunak anti-virus yang telah dapat dibuktikan mutunya serta bukanlah sembarang anti-virus yang Anda dapatkan di beberapa iklan pop-up atau berbentuk link lewat e-mail.
4. Dalam Memasukan Data Kartu Kredit, Pastikan Keamanan Tempat Anda
Saat Anda hendak memasukkan data kartu kredit Anda untuk melakukan transaksi pembelian di Internet, pastikan Anda memasukkan informasi kartu kredit Anda tersebut di situs yang aman, terpercaya. Anda dapat memeriksa keamanan sebuah situs dengan melihat alamat URL-nya yang harus diawali dengan ”https://”. Jika tidak, kemungkinannya adalah situs tersebut tidak aman untuk tempat bertransaksi dengan menggunakan kartu kredit. Selain itu, hal lain yang menandai tingkat keamanan dari suatu situs untuk bertransaksi dengan kartu kredit adalah adanya gambar gembok di sudut kanan bawah atau lencana VeriSign di bagian bawah laman situs tersebut. Kedua lambang tersebut mengindikasikan bahwa situs tersebut menggunakan enkripsi untuk melindungi data Anda.
 
5. Jangan Bertranksaksi di Tempat Umum Selain dengan Komputer Sendiri

Berbelanja online memang bisa dilakukan di mana saja, namun penting untuk diingat bahwa komputer yang terhubung dengan jaringan atau komputer yang digunakan oleh lebih dari satu orang memiliki tingkat keamanan yang lebih rendah. Karena informasi kartu kredit Anda lebih berisiko dicuri apabila Anda menggunakan komputer selain milik Anda sendiri tersebut. Komputer seperti ini besar kemungkinan dipasang perangkat lunak keylogger yang akan merekam semua karakter yang Anda ketik, termasuk informasi login dan nomor kartu kredit Anda.

Namun, meski menggunakan komputer pribadi Anda sendiri lebih aman, Anda tetap akan berisiko menjadi korban phising (pencurian data pribadi) atau hacking jika menggunakannya di tempat umum dengan memanfaatkan koneksi Internet melalui WiFi publik. Para hacker memiliki akses ke sinyal WiFi yang sama dan dapat mencuri informasi yang Anda kirimkan melalui Internet. Oleh karena itu, sebaiknya Anda tidak melakukan transaksi online dengan kartu kredit saat menggunakan koneksi WiFi di tempat-tempat umum.

6. Cetak Bukti Pembayaran Online dengan Kartu Kredit 
Setiap saat Anda memakai kartu credit Anda untuk bertransaksi dengan cara on-line, ingat untuk selalu cetak konfirmasi atau bukti pembayarannya. Fungsinya yaitu untuk memperbandingkan angka yang tercantum pada bukti pembayaran itu dengan angka pada lembar tagihan kartu credit serta meyakinkan keduanya sama. Diluar itu bila di masa datang ada permasalahan dengan transaksi itu, Anda memiliki bukti transaksinya. 
7.  Gunakan Kartu Kredit dengan Pelayanan Nasabah yang Terbaik
Jika Anda memiliki atau pernah memiliki lebih dari satu kartu kredit, atau pernah membanding-bandingkan sejumlah penerbit kartu kredit sebelum mengajukan aplikasi, mungkin Anda tahu penerbit kartu kredit mana saja yang tidak akan mempersulit nasabahnya, jika ada masalah dalam pemakaian kartu kreditnya. Penting bagi Anda untuk memiliki dan menggunakan kartu kredit yang tidak akan menyulitkan diri sendiri, jika Anda melaporkan soal penipuan kartu kredit. 
8. Jangan Bertransaksi Kartu Kredit Melalui Ponsel
Anda mungkin sering melakukan pencarian di Internet melalui telepon selular dan melihat-lihat serta membanding-bandingkan toko dan barang yang hendak Anda beli. Meski penggunaan telepon selular itu praktis, namun ketika tiba saatnya Anda untuk melakukan transaksi pembelian dengan memasukkan nomor kartu kredit dan mengklik ”beli”, sebaiknya Anda tidak melakukannya di ponsel Anda dan gunakan perangkat komputer desktop atau laptop pribadi dengan router yang aman.  

9.Pahami Informasi Apa Saja yang Perlu dan Tidak Perlu Anda Berikan

Dalam berbelanja online, ada empat jenis informasi yang perlu Anda masukkan, yaitu nomor kartu kredit, tanggal kadaluarsa kartu, kode keamanan (biasanya tiga atau empat digit), dan yang terakhir biasanya alamat pengiriman. Selain keempat hal tersebut, tidak ada informasi lain yang diperlukan oleh suatu situs online dari Anda. Apabila di kemudian hari Anda menerima email yang menyatakan ada masalah dengan pesanan dan meminta Anda mengirimkan nomor kartu kredit melalui email, abaikan email tersebut karena kemungkinan besar itu merupakan penipuan.
10. Jangan Simpan Informasi Kartu Kredit di Toko Online

Alasan yang utama pastinya agar para hacker tidak bisa mendapatkan informasi tersebut. Namun selain itu, hal ini juga untuk mencegah penyalahgunaan informasi kartu kredit oleh orang lain yang kebetulan memiliki akses ke komputer Anda, misalnya untuk berbelanja tanpa sepengetahuan Anda. Jika komputer atau laptop menanyakan apakah ingin informasi kartu kredit Anda ”diingat” atau disimpan secara otomatis untuk memudahkan pembelian di kemudian hari, pastikan Anda mengklik ”tidak”. Selain itu, jangan lupa untuk keluar (log out) dari situs tersebut setelah Anda bertransaksi untuk mencegah penyalahgunaan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Ikuti Tipsnya, Aman Belanja Online dengan Kartu Kredit
Cara menjaga keamanan dalam bertransaksi online di Internet pada prinsipnya sama seperti cara Anda menjaga keamanan aktivitas berbelanja di pusat perbelanjaan. Di mana Anda mesti menjaga baik-baik dompet Anda, hindari berkomunikasi dengan sembarang orang yang tidak Anda kenal, dan jangan mengunjungi toko atau tempat yang belum dikenal atau tidak Anda percayai.




Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp chat