Membeli Rumah KPR

Tips Membeli Rumah Secara KPR, Perhatikan Sebelum KPR Rumah

Perhatikan Sebelum Membeli Rumah KPR dan Tips Beli Rumah Secara KPR

Tips rumah KPR

kabarwaras.com – Memiliki rumah sendiri adalah impian tiap orang yang telah berumah tangga. Walau rumah tersebut ukurannya masih terbilang pas-pasan, namun setidaknya rumah itu adalah hak milik dan memberikan rasa puas tersendiri. Jika penghasilan bulanan belum mencukupi untuk memiliki rumah sendiri, maka membeli rumah secara KPR atau Kredit Kepemilikan Rumah bisa jadi solusinya. Sekarang sudah banyak rumah KPR yang dijual dengan perantara pihak bank. Pembelian rumah dengan cara KPR biasanya akan disediakan pihak pengembang perumahan. Rumah yang ada di lokasi perumahan sendiri lebih dicari karena lokasi yang tertata serta fasilitas umumnya lebih memadai. Namun, tetap ada beberapa hal yang penting untuk kita perhatikan sebelum mengambil rumah secara KPR.

KPR rumah

  1. Periksa Reputasi Pengembang

Tips rumah KPR pertama ialah perhatikan dulu reputasi pengembangnya. Membeli rumah tentu tidak sama seperti membeli jajanan di pinggir jalan di mana kita diharuskan untuk cermat, hati-hati serta waspada. Periksa terlebih dulu reputasi pengembang atau developer dengan cara melihat bank yang bekerjasama dengan pihak developer. Datangi bank lalu tanyakan apakah pengembang mendapat dukungan modal kerja konstruksi atau tidak. Cari tahu juga proyek perumahan mana saja yang pernah dikerjakan pengembang tersebut. Lihat proses pembangunan pada proyek sebelumnya dan nilai apakah proyek tersebut berhasil atau tidak. Periksa legalitas pengembang seperti legalitas hak tanah, status badan hukum hingga izin lokasi dan IMB.

  1. Cek Legalitas Tanah

Cek Legalitas Tanah

Status tanah seharusnya adalah Hak Guna Bangunan atau HGB yang memiliki jangka waktu tertentu serta harus diperpanjang apabila pengembang belum selesai dalam mengelola lahan tersebut. Cek status HGB ini secara langsung pada Dinas Pertanahan setempat. Pastikan asal muasal HGB yang digunakan oleh pengembang. Terdapat dua kategori HGB yaitu Hak Pengelolaan Lahan atau HPL serta tanah yang dikuasai secara langsung oleh negara. HGB jenis kedua terbilang lebih aman dari unsur legalitas, sementara HGB yang termasuk HPL akan butuh waktu lama saat hendak diperpanjang karena butuh persetujuan pemegang HPL sebelumnya. Tips rumah KPR kedua ialah pastikan HGB yang digunakan oleh pengembang berasal dari lahan yang dikuasai oleh negara.

  1. Garansi Booking Fee

Jika kita telah menemukan serta memutuskan membeli satu rumah dari pengembang, maka tahap-tahap proses KPR rumah yang pertama ialah memberi booking fee. Biaya ini diminta sebagai kepastian bahwa kita akan membeli rumah tersebut. Jumlahnya berbeda antara satu pengembang dengan pengembang lainnya. Pastikan kita telah mendapat kesepakatan tertulis yang berisi pemesanan rumah serta item-item pelengkapnya. Termasuk di dalamnya adalah garansi booking fee akan kembali apabila pengajuan KPR ditolak oleh bank. Ini penting karena ada beberapa pengembang yang menolak mengembalikan booking fee apabila KPR ditolak bank.

  1. Jangan Bayar DP Jika KPR Belum Disetujui

Cara membeli rumah KPR akan diawali dari pembayaran down payment atau DP. Dana ini akan dibayarkan langsung dari konsumen pada pihak pengembang. Sementara itu, bank yang akan membayarkans isa dana pembelian pada pengmebng sementara kita mencicilnya lewat KPR. Namun, ingat bahwa tidak ada jaminan bahwa pengajuan KPR akan disetujui bank, bahkan walau pengembang telah bekerjasama dengan bank tersebut. Bank biasanya akan melihat kemampuan finansial nasabah terlebih dahulu sebelum melunasi cicilan KPR. Karena itulah, jangan dulu bayar DP jika KPR tengah dalam proses. Jika DP sudah dibayar namun KPR ditolak, maka kita akan kesulitan dalam menarik DP kembali.

  1. Bayar Uang Muka dan Tanda tangan PPJB

Saat bank menyetujui permohonan cicilan rumah maka kita harus membayar DP pada pengembang. Besaran DP cukup bervariasi di mana standarnya adalah 20 persen. Setelah pembayaran DP, kita dan pengembang akan melakukan PPJB atau Perjanjian Pengikatan Jual Beli. Cermati serta teliti isi perjanjian ini, termasuk syarat-syarat KPR rumah yang ada di dalamnya. Tegaskan pula sanksi yang ada dalam perjanjian tersebut, misalkan sanksi pada pengembang apabila mereka mangkir dari perjanjian. Hal ini akan membuat kita bisa melakukan tuntutan secara hukum apabila di kemudian hari terjadi hal-hal yang tak diinginkan atau tak seharusnya terjadi dalam rencana pembangunan rumah.

  1. Urus AJB dan Ubah HGB Menjadi SHM

Surat HGB

sertifikat rumah hak milik

Rumah yang sudah dibeli dari cara KPR rumah selanjutnya harus segera dibuatkan AJB atau Akta Jual Beli. Ini adalah tanda legalitas atau kepemilikan atas rumah yang dimiliki. Setelah proses pembuatan AJB selesai, maka kita berhak mengambil sertifikat tanah dari pengembang. Sertifikat tanah ini sendiri umumnya masih berstatus HGB sehingga harus segera diubah menjadi SHM atau Sertifikat Hak Milik. Ketika sertifikat diserahkan pada bank sebagai jaminan KPR, ada nama kita sebagai pemiliknya. Proses ini umumnya menjadi satu paket bersama AJB yang ditandatangani notaris.

  1. Minta Garansi Bangunan

Mintalah garansi bangunan pada pihak pengembang. Usahakan garansi diberikan dalam bentuk yang sah serta tertulis. Jangan andalkan ucapan saja karena akan kurang kuat nantinya di mata hukum apabila terjadi masalah pada bangunan yang ditempati. Pastikan garansi bangunan ini berlaku selama 6 bulan ke depan. Jika kemudian terjadi kerusakan yang terjadi di luar kesengajaan, maka pihak pengembang harus memperbaikinya. Kita juga bisa terlepas dari tanggung jawab perbaikan rumah setidaknya sampai masa garansi habis. Itulah beberapa tips rumah KPR yang bisa dijalankan bagi kita yang hendak membeli rumah secara KPR. Program KPR sendiri memang bertujuan untuk memudahkan kita sehingga tidak ada salahnya memanfaatkan layanan ini.




WhatsApp chat