Jangan Dibiarkan! Inilah Ciri-ciri Bipolar kambuh yang Penting untuk Kamu Pahami
Dalam gangguan bipolar, terdapat relapse atau kambuh yang berarti gangguan tersebut kembali datang setelah adanya perbaikan atau sehat. Akan tetapi, kambuh pada bipolar bisa diprediksi, tetapi sering juga hal tersebut tidak bisa diketahui kemunculanya.
Hal yang harus diketahui adalah jika ciri-ciri bipolar kambuh bisa berbeda-beda, tergantung dari fase yang sedang dialaminya. Namun, pada umumnya ciri-ciri tersebut bisa terlihar dari adanya perubahan suasana hari yang intens, mau itu pada saat fase depresi, manik, hipomanik, dan campuran.
Berikut ini penjelasan mengenai ciri-ciri bipolar kambuh yang penting untuk kamu ketahui.
1. Gejala Fase Manik.
Fase manik adalah pada saat penderita bipolar mengalami peningkatan euforia yang tidak wajar, aktivitas berlebih, dan sangat gelisah. Biasanya, fase ini ditandai dengan hal-hal yang terorganisasi serta para penderita bipolar ini akan sangat mudah tersinggung seharian.Selain itu, ada tanda-tanda lainnya yang bisa dialami oleh setiap penderita bipolar di fase manik ini, seperti berikut ini:
- Memiliki energi lebih meski kurang tidur.
- Biasanya banyak bicara dengan tempo yang cepat.
- Pikiran yang tidak bisa dikendalikan, dengan tanda meningkatnya ide dan kreativitas.
- Aktivitas yang meningkat, misalnya merasa gelisah sehingga bisa mengerjakan banyak sekali tugas hanya dalam satu waktu.
- Perilaku impulsive dan berisiko yang meningkat, contohnya belanja yang berlebihan.
- Kurang tidur atau insomnia.
Ciri-ciri yang satu ini dapat menunjukan adanya perubahan dari segi perilaku yang terkadang biasa saja, namun sebenarnya bisa menyebabkan disfungsi di kehidupannya. Ditambah lagi, jika penderita gangguan bipolar dengan gejala fase manik akan membutuhkan perawatan agar keselamatannya bisa terjaga.
2. Gejala Face Hipomanik.
Gejala fase hipomanik atau hipomania ini datang dengan tanda yang tidak begitu parah. Biasanya, fase ini bisa berlangsung hanya 4 hari secara berturut-turut. Pada umumnya, gejala ini ditandai dengan perasaan yang bahagia, berbicara dan berpikir cepat, sedikit mudah marah, level energi yang meningkat, dan merasakan hal yang salah pada dirinya.Namun, lingkungan atau orang terdekat mungkin bisa menyadari adanya perubahan suasana tersebut dan akan terlihat dari tingkat aktivitas yang cukup berbeda pada orang yang mengalami gejala di fase ini.
Ciri-ciri bipolar kambung yang ada di fase ini harus dikenali lebih awal, agar bisa segera diobati. Karena jika tidak, fase hipomanik ini bisa membuat para penderita mengalami gangguan ke fase yang lebih parah.
3. Gejala Fase Depresi.
Terbalik dengan fase manik, fase ini muncul dengan ditandai oleh perasaan yang selalu negatif seperti, kehilangan, rasa penyesalan, sedih, dan tidak memiliki harapan hidup. Fase depresi ini mungkin bisa terjadi paling cepat 2 minggu.Seseorang yang memiliki gangguan bipolar di fase ini bisa merasakan layaknya roller coaster. Fase depresi ini terjadi pada seseorang ketika mengalami:
- Sedih yang mendalam.
- Sering tidur atau sebaliknya.
- Nafsu makan yang berubah naik atau turun.
- Tidak berminat untuk aktivitas sehari-hari.
- Susah berkonsentrasi.
- Cemas dan khawatir yang intens.
- Mudah Sensitif.
- Mengabaikan perawatan diri dan tugas sehari-hari.

Diskusi